Menjawab Tuduhan Ahlu Bid’ah Seputar Kesahihan Nasab Habaib Sebagai Keturunan Nabi Saw (Sebuah Antitesis)

Penulis : Idrus Alwi al-Masyhur

Penerbit : Saraz Publishing

ISBN : xxx-xxx-xxxxx-x-x

Jumlah Halaman : 180

Jenis cover : Soft cover

Kategori : Buku agama

Teks bahasa : Bahasa Indonesia

Harga : Rp 70.000

Category:

Buku ini berisi tentang antitesis dari tulisan ahlu bid’ah yang menolak kesahihan nasab habaib berdasarkan metode kitab se-zaman yang tidak dikenal dalam ilmu nasab. Jika pembaca mencari pihak yang menggunakan kitab se-zaman dalam meruntuhkan sendi-sendi Islam, maka akan ditemukan yang pertama kali menggunakannya adalah seorang orientalis dari Jerman bernama Ignaz Goldziher yang menyuarakan keraguan keaslian/kebenaran (autentisitas) hadis Bukhari. Menurutnya, hadis-hadis tersebut merupakan hasil buatan (fabrikasi) generasi-generasi setelah Nabi. Kesimpulan tersebut juga dikuatkan dengan alasan masa pengkodifikasian hadis yang terjadi jauh setelah nabi wafat dan tidak ada dokumentasi tertulis mengenai kehidupan Nabi Muhammad Saw dalam masa hidupnya. Selain itu, hadis lebih mengandalkan tradisi lisan sehingga diragukan autentisitasnya.

Tulisan ini bukan kajian filologi tetapi lebih kepada kajian metodologis. Materi dalam tulisan ini disusun berdasarkan diskusi-diskusi yang terjadi di berbagai media sosial khususnya youtube. Di antara tema yang diangkat dalam buku ini tentang metode penetapan ilmu nasab khususnya penggunaan kitab se-zaman, nasab dari sisi ibu, masalah kesahihan nasab wali songo yang terdiri dari empat jalur seperti jalur Azhamat Khan, al-Musawi, al-Jailani, dan al-Bukhari. Di samping itu, terdapat pula tema tentang istilah penelitian ilmiah dan syaratnya, penggunaan kitab se-zaman, istilah pembatasan (haser) dalam ilmu nasab yang terdapat dalam kitab-kitab nasab, syuhrah dan istifadhah Bani Alawi, sampai kepada permasalahan kebolehan dan keakuratan tes DNA untuk menentukan leluhur jauh.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Menjawab Tuduhan Ahlu Bid’ah Seputar Kesahihan Nasab Habaib Sebagai Keturunan Nabi Saw (Sebuah Antitesis)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *